Pages

Wednesday, October 31, 2018

Jitak Siswa karena Berkata Kotor, Guru Dilaporkan ke Polisi

Liputan6.com, Pasuruan - Perseteruan antara guru dan wali murid terjadi di Kabupaten Pasuruan. Pemicunya sang siswa tak terima karena dihukum akibat terlambat masuk sekolah.

Sampai-sampai, sang guru salah satu MTs di Dusun Babat, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol ini pun dilaporkan ke kepolisian oleh orangtua murid tersebut.

"Saya tak terima anak saya dipukul (gurunya). Maka saya putuskan melaporkan kejadian ini ke Polsek Gempol," kata Sochib (55), wali murid asal Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Selasa, 30 Oktober 2018.

Sochib menganggap, Sutrisno (56) sang guru Bimbingan Konseling, arogan lantaran memukul anaknnya. Meskipun awalnya, Dn (15), anak Sochib, mengumpati sang guru dengan kata-kata kasar.

Kompol I Nengah Darsana, Kapolsek Gempol, menjelaskan jika berdasarkan hasil pemeriksaan. Dn dijitak Sutrisno lantaran telah berkata kasar dan tidak sopan, saat dihukum membersihkan sampah, lantaran datang seusai upacara bendera hari Senin kemarin.

"Laporan serta pemeriksaan antara pelapor dan terlapor sudah kami proses. Saat ini, keduanya kami upayakan mediasi," ungkap Kompol I Nengah Darsana, di kantornya.

Sementara itu, Sutrisno menuturkan, jika kejadian ini berawal saat Dn dan dua siswa lainnya masuk sekolah saat upacara bendera telah selesai. Otomatis, Sutrisno pun memanggil mereka untuk menerima hukuman membaca surat Yasin.

"Lantaran tak bisa, hukuman pun diganti dengan membuang keenam isi tong sampah ke gerobak sampah. Tak lama, mereka pun mengaku sudah menyelesaikan hukumannya," katanya.

Namun saat dicek, hanya tiga tong sampah yang isinya dibuang. Sutrisno pun menyuruh mereka untuk melanjutkan kembali. Dn pun tak terima lalu melontarkan makian kepada Sutrisno, "Janc*k iku".

"Mendengar ucapan itu saya langsung menjitak pipi kirinya dua kali. Tidak keras, bukan meninjunya," ucap Sutrisno.

Kemudian, Dn siswa kelas IX ini lalu keluar menyalakan mesin motor dengan menancapkan gas motor keras-keras, serta mengancam akan mengadukan ke orangtuanya.

"Begitu cerita singkatnya. Saksinya ada. Tujuan saya menghukum siswa itu, biar jadi disiplin. Tidak ada unsur apa-apa," ujar Sutrisno.

Simak video pilihan berikut ini:

Tiga orang murid sekolah dasar (SD) di Garut, Jawa Barat, menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh gurunya.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2ADqUat

Miliarder George Soros Tak Gentar Meski Dikirim Bom

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali berseteru dengan miliarder lain. Kali ini yang menjadi sasaran adalah miliarder Tom Steyer.

Dilansir dari Business Insider, Presiden Trump marah pada miliarder sekaligus pemberi donor Partai Demokrat Tom Steyer. Trump tampak kesal karena partai yang mengusungnya dituduh menyebarkan kekerasan.

"(Terdapat) kekerasan politik yang konsisten dan sistematis dari anggota Partai Republik," ucap Steyer.

Salah satu penyebabnya adalah ketika Ketua Mayoritas di DPR AS Kevin McCarthy berujar agar jangan sampai pemilu AS dibeli oleh Soros, Steyer, dan Bloomberg. Ketiganya adalah keluarga Yahudi, dan hal itu dipandang Steyer sebagai anti-semit (anti-Yahudi).

McCarthy merupakan pendukung Donald Trump. Sang presiden pun kesal pada Steyer dan menyebutnya gila dan akan segera kehabisan uang.

Menurut Forbes, Steyer tercatat memiliki harta USD 1,6 miliar atau setara Rp 24,3 triliun (USD 1 = Rp 15.218). Dulunya, ia mengurus hedge fund Farallon Capital selama 26 tahun sebelum beralih ke politik dan fokus pada isu lingkungan.

Sebelumnya, Trump pernah berseteru dengan miliarder Mark Cuban. Pada awal tahun ini, Trump juga menyerang CEO Amazon Jeff Bezos sebagai pemilik koran The Washington Post yang kerap menyerang pemerintahan Trump.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2JrCGHG